Pelatihan Pembuatan Eco Enzyme di Desa Kertosari, Kabupaten Kendal

  • Bekti Nugraheni

Abstract

Bertambahnya jumlah penduduk di Indonesia menjadi salah satu permasalahan dalam
penanganan jumlah sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), ditambah tingkat kesadaran
masyarakat yang rendah dalam mengatasi penanganan sampah, terutama masalah sampah
organik di masyarakat. Hal ini menjadi polemik dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
Peran aktif masyarakat sangat diperlukan untuk menjaga lingkungan yang bersih dan nyaman
dari sampah, salah satunya dengan cara mengolah sampah organik menjadi Eco Enzyme. Desa
Kertosari adalah salah satu desa binaan dari Stifar Yayasan Pharmasi Semarang. Tim
mengajak ibu-ibu kader PKK sebagai garda terdepan di rumah tangga untuk menangani dan
memanfaatkan sampah organik untuk diolah menjadi produk yang dapat memiliki nilai ekonomi
terutama untuk lingkungan rumah tangga. Pelatihan pembuatan Eco Enzyme sangat mudah
dilakukan yaitu dengan memanfaatkan sampah organi : molase : air (3 : 1 : 10) dan kemudian
difermentasi selama 3 bulan. Hasil filtrat fermentasi Eco Enzyme dapat dimanfaatkan menjadi
produk yang bermanfaat dari sisi ekonomi. Adapun manfaatnya dapat digunakan sebagai pembersih
alami, pembersih rumah tangga alami, detergen dan pelembut alami, karbol, sabun padat dan
cair alami, membersihkan pestisida pada sayur buah, perawatan diri, dan perawatan kesehatan
pribadi. Adanya kegiatan ini dapat diaplikasikan di lingkungan rumah tangga sehingga manfaat
yang diharapkan bisa mengurangi belanja ibu-ibu desa Kertosari, Kabupaten Kendal.

Kata Kunci: Sampah organik, fermentasi, Eco Enzyme, Desa Kertosari.

Published
2026-09-25
How to Cite
Bekti Nugraheni. (2026). Pelatihan Pembuatan Eco Enzyme di Desa Kertosari, Kabupaten Kendal. REPOSITORY STIFAR. Retrieved from https://repository.stifar.ac.id/Repository/article/view/880
Section
Articles

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 4 5 > >>