Aktivitas Antihiperurisemia Mikroenkapsulasi Ekstrak Kulit Melinjo (Gnetum gnemon L.) secara In Vivo

  • Bekti Nugraheni

Abstract

Hiperurisemia merupakan keadaan dimana terjadi peningkatan kadar asam urat di atas
normal. Salah satu bagian tanaman yang memiliki potensi sebagai pengganti alternatif
dari allopurinol adalah kulit Melinjo. Kulit Melinjo diketahui mengandung pigmen
antosianin berwarna merah. Disamping sebagai pewarna, antosianin juga bersifat
antioksidan karena termasuk golongan flavonoid yang efektif untuk inaktivasi radikal
bebas dan peroksil. Antosianin jika disimpan dalam waktu yang lama memiliki
kelemahan terkait ketidakstabilannya dan mudah terdegradasi selama penyimpanan.
Salah satu cara untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan cara dilakukan
pembuatan mikroenkasulasi. Enkapsulasi adalah suatu teknik untuk melapisi atau
menyalut suatu bahan aktif dengan lapisan dinding polimer sehingga menghasilkan
partikel kecil berukuran mikro ataupun nano. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk
mengetahui aktivitas antihiperuresimia ekstrak kulit melinjo yang telah dibuat sediaan
mikroenkapsulasi.
Tikus Jantan Galur wistar di bagi menjadi 5 kelompok, kelompok negatif (CMC Na
0,5%), kelompok positif (Allopurinol 12,6 mg/kg BB), kelompok dosis 100 mg/KgBB,
kelompok 200 mg/Kg BB dan kelompok dosis 300 mg/kgBB. Kadar asam urat diukur
pada jam ke 0 kemudian hewan uji di induksi dengan Kalium Oksonat dosis 300mg/kgBB
secara intraperitonel & Jus Hati ayam secara peroral sebanyak 2,5 mL. Selang 1 jam
hewan uji diukur kadar asam urat dan diberikan sesuai perlakuan tiap kelompoknya.
Diukur kadar asam urat tikus pada jam ke 2 dan ke 4 secara enzimatik dengan
menggunakan alat Microlab®.
Hasil penelitian menunjukan terjadi kenaikan kadar asam urat pada hewan uji setalah
diberikan induksi kalium oksonat 300mg/KgBB dan jus hati ayam 2,5 mL. Pada jam ke
2 terjadi penurunan kadar asam urat namun tidak menunjukan perbedaan yang
signifikan tiap kelompok (p>0.05). Pada jam ke 4 terjadi penurunan kadar asam urat
secara signifikan antar kelompok perlakuan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan
bahwa mikroenkapsulasi Ekstrak Kulit Melinjo mempunyai aktivitas antihiperurisemia
dengan dosis 200mg/kgBB yang merupakan dosis efektif dalam menurunkan kadar urat.

Kata kunci : Ekstrak Kulit Melinjo, Mikroenkapsulasi, Antihiperurisemia

Published
2026-09-25
How to Cite
Bekti Nugraheni. (2026). Aktivitas Antihiperurisemia Mikroenkapsulasi Ekstrak Kulit Melinjo (Gnetum gnemon L.) secara In Vivo . REPOSITORY STIFAR. Retrieved from https://repository.stifar.ac.id/Repository/article/view/871
Section
Articles

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 4 5 > >>