Profil Penjualan Antidiabetes Oral di Apotek “X” Kota Semarang Periode Januari – Juni 2024
Abstract
Indonesia merupakan negara peringkat kelima untuk penderita diabetes melitus (DM) dan
diperkirakan akan terus meningkat sampai tahun 2050 menurut International Diabetes
Federation (IDF). Naiknya kasus penyakit DM akan berdampak terhadap pemenuhan
kebutuhan obat yang ada di masyarakat. Berdasarkan hal tersebut, data penjualan
antidiabetes perlu diperhatikan untuk memastikan stok obat tersedia dengan baik karena
prevalensi DM terus meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah dan jenis
antidiabetes oral yang terjual di Apotek “X” Kota Semarang dengan dan tanpa resep periode
Januari – Juni 2024. Penelitian ini merupakan jenis studi observasional dengan metode
deskriptif. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif dengan menggunakan teknik
purposive sampling. Pengambilan data sampel meliputi jumlah penjualan obat dengan resep
BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) dan resep non BPJS maupun pembelian
langsung tanpa resep atau disebut dengan penjualan secara umum. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa baik penjualan dari resep pasien BPJS dan non BPJS (umum) yang
terjual paling banyak adalah metformin 500 mg, masing-masing (64,51%) dan (61%).
Sedangkan berdasarkan golongan farmakologinya, golongan paling banyak terjual adalah
biguanid sebesar 64,87%, sulfonilurea 29,09% dan golongan alfa glukosidase 6,04%.
Kata kunci :
antidiabetes oral, apotek, metformin, penjualan














