OPTIMASI GLISERIL MONOSTEARAT (GMS) DAN ASAM OLEAT PADA SEDIAAN NANOSTRUCTURE LIPID CARRIER (NLC) EKSTRAK ETANOL DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava L.)
Abstract
Kerontokan rambut (alopesia) merupakan masalah umum yang dipengaruhi oleh faktor hormon, genetik, dan stres oksidatif. Daun jambu biji (Psidium guajava L.) mengandung flavonoid, polifenol, tanin, dan quersetin yang berpotensi sebagai antioksidan dan antiandrogenik. Untuk meningkatkan stabilitas dan penetrasi senyawa aktif, ekstrak daun jambu biji diformulasikan dalam sistem Nanostructured Lipid Carrier (NLC). Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh variasi konsentrasi gliseril monostearat (GMS) dan asam oleat terhadap karakteristik fisik NLC serta menentukan formula optimum menggunakan metode Simplex Lattice Design (SLD). NLC dibuat dengan metode mikroemulsi menggunakan Tween 80 dan PEG 400. Variasi GMS 1–2% dan asam oleat 3–4% menghasilkan delapan formula. Parameter yang diuji meliputi pH, viskositas, ukuran partikel, dan indeks polidispersitas. Data dianalisis menggunakan Design Expert 13 dan diverifikasi dengan one sample t-test. Hasil menunjukkan variasi konsentrasi GMS dan asam oleat berpengaruh terhadap seluruh parameter fisik NLC. Formula optimum diperoleh pada konsentrasi GMS 1,329% dan asam oleat 3,671% dengan karakteristik fisik paling sesuai untuk sediaan topikal.
Kata kunci: Psidium guajava L., Nanostructure Lipid Carrier, Gliseril Monostearat, Asam Oleat, Simplex Lattice Design, Kerontokan Rambut.














