HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN PROLANIS HIPERTENSI DI DESA RAJEK, GROBOGAN
Abstract
Kesadaran akan risiko yang timbul akibat tidak mengonsumsi obat secara teratur juga
sangat diperlukan. Keberhasilan terapi dipengaruhi oleh kepatuhan penggunaan obat
antihipertensi yang berkaitan dengan tingkat pengetahuan pasien. Pengetahuan
merupakan kebutuhan mendasar yang dapat meningkatkan perilaku untuk mencegah
komplikasi hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien
hipertensi, tingkat pengetahuan, tingkat kepatuhan penggunaan obat antihipertensi,
hubungan karakteristik responden dengan tingkat pengetahuan dan kepatuhan, serta
hubungan tingkat pengetahuan dan kepatuhan penggunaan obat antihipertensi pada
pasien hipertensi di Desa Rajek. Penelitian menggunakan desain cross-sectional
dengan teknik purposive sampling pada 100 pasien hipertensi PROLANIS. Tingkat
pengetahuan diukur menggunakan kuesioner HK-LS, sedangkan kepatuhan diukur
menggunakan Hill-Bone. Analisis data menggunakan uji chi-square dan korelasi
Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berjenis kelamin
perempuan (71%), berusia 53–65 tahun (70%), berpendidikan SD (55%), bekerja
sebagai petani (47%), dan telah menderita hipertensi selama 5–10 tahun (62%).
Sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan rendah (69%) dan tidak patuh
menggunakan obat antihipertensi (58%). Jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, dan
lama menderita hipertensi berhubungan signifikan dengan tingkat pengetahuan
(p<0,05), sedangkan seluruh karakteristik responden berhubungan signifikan dengan
tingkat kepatuhan (p<0,05). Kekuatan tingkat pengetahuan berhubungan positif kuat
dengan kepatuhan sebesar 0,612, ehingga peningkatan pengetahuan cenderung diikuti
peningkatan kepatuhan penggunaan obat antihipertensi.
Kata kunci: Hipertensi, Kepatuhan, Pengetahuan, PROLANIS.














