UJI KELARUTAN RESVERATROL DALAM FASE MINYAK, SURFAKTAN, DAN KOSURFAKTAN SERTA FORMULASINYA DALAM SELF-NANOEMULSIFYING DRUG DELIVERY SYSTEM (SNEDDS)

  • Suwarni Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Yayasan Pharmasi Semarang
Keywords: resveratrol, kelarutan, komponen SNEDDS, Spektrofotometer UV

Abstract

Resveratrol (RES) merupakan antioksidan yang berfungsi sebagai  ROS scavengers untuk menangkal radikal bebas dan sinar UVB yang menyebabkan penuaan dini dan kanker kulit. Resveratrol sukar larut dalam air sehingga untuk meningkatkan kelarutannya diformulasi menjadi Self-Nanoemulsifying Drug Delivery System (SNEDDS). Komponen SNEDDS terdiri dari fase minyak,  surfaktan dan kosurfatan. sehingga untuk mendapatkan SNEDDS yang baik perlu dilakukan uji kelarutan resveratrol pada ketiga komponen tersebut.  Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kelarutan resveratrol  dalam ketiga fase tersebut dan memformulasinya menjadi menjadi sediaan SNEDDS. Sebagai fase minyak digunakan minyak kedelai, minyak zaitun, minyak wijen dan Virgin Coconut Oil (VCO), sebagai surfaktan digunakan Tween 80, Tween 20 dan cremofor dan sebagai kosurfaktan digunakan PEG 400 dan propilen glikol. Penentuan kelarutan resveratrol dalam ketiga komponen tersebut menggunakan shake flask method dan jumlah resveratrol yang tidak terlarut diukur dengan alat Spetrofotometer UV. Dalam penelitian ini didapatkan bahwa kelarutan terbaik resveratrol dalam masing-masing fase yaitu dalam VCO 5,1197 mg/mL, dalam Tween 20 114,0851 mg/mL dan dalam PEG 400 201,4265 mg/mL. Hasil ini lebih tinggi dari pada kelarutan resveratrol dalam air yaitu 30 mg/ L.

Published
2025-02-28
How to Cite
Suwarni. (2025). UJI KELARUTAN RESVERATROL DALAM FASE MINYAK, SURFAKTAN, DAN KOSURFAKTAN SERTA FORMULASINYA DALAM SELF-NANOEMULSIFYING DRUG DELIVERY SYSTEM (SNEDDS). REPOSITORY STIFAR. Retrieved from https://repository.stifar.ac.id/Repository/article/view/718
Section
khusus